Kamis, 11 September 2014

Komponen Kurikulum


Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi.
Adapun komponen atau unsur dari kurikulum 2013 adalah :
1.      Komponen Tujuan
Komponen tujuan adalah yang berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Secara umum tujuan kurikulum adalah membentuk manusia manusia Indonesia yang bisa mandiri dalam konteks kehidupan pribadinya, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta berkehidupan sebagai makhluk yang berketuhanan Yang Maha Esa (beragama). Sedangkan Tujuan Kurikulum 2013 adalah untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki prilaku dan kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

Minggu, 20 Juli 2014

PERLINDUNGAN HUTAN DARI KEBAKARAN DI INDONESIA

PERLINDUNGAN HUTAN DARI KEBAKARAN DI INDONESIA
Oleh Salamatus Sakdiyah
Jurusan Kurikulum dan Teknologi  Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang


Abstrak
Indonesia adalah negara yang kaya akan hutan. Beberapa jenis hutan di Indonesia adalah hutan hujan tropis, hutan musim, sabana, stepa dan hutan bakau (mangrove). Karena banyaknya hutan yang berada di Indonesia membuat negara Indonesia menjadi sering terjadi bencana yang berhubungan dengan hutan, diantaranya adalah kebakaran hutan. Dalam artikel ini saya akan menganalisis tentang penyebab kebakaran hutan, cara pencegahan dan perlindungannya serta dampak yang diakibatkan oleh kebakaran hutan. Diantara  faktor penyebab kebakaran hutan adalah bahan bakar, cuaca, waktu dan topografi. Adapun cara pencegahan kebakaran hutan diantaranya yaitu menghindari perbuatan yang dapat menyebabkan kebakaran hutan, sayangi hutan dan lingkungan, taatati peraturan yang berlaku.  Adapun teknik pencegahan kebakaran hutan adalah membuat peta kerawanan kebakaran, memantau cuaca, akumulasi bahan, dan gejala rawan kebakaran, penyiapan regu pemadam, membangun menara pengawas, penyiapan peralatan pemadam, membuat sekat bakar, melakukan penyuluhan serta membentuk organisasi penanggulangan kebakaran hutan. Apabila teknik-teknik pencegahan kebakaran hutan tersebut dilakukan dengan baik dan berhasil maka hutan akan aman dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Keywords : Indonesia, bencana, kebakaran, faktor, pencegahan.

LANDASAN FILOSOFIS PENGEMBANGAN KURIKULUM



Filsafat berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu “philos” dan “sophia”. Philos, artinya cinta yang mendalam, dan Sophia adalah kearifan atau kebijaksanaan. Dari arti harfiah ini, Filsafat diartikan sebagai cinta yang mendalam akan kearifan. Secara popular filsafat sering diartikan sebagai pandangan hidup suatu masyarakat atau pendirian hidup bagi individu. Henderson (1959) mengemukakan “Popularly philosophy means one’s general view of live of men, of ideals, and of values, in the sense everyone has a philosophy of life”. Dengan demikian maka jelas setiap individu atau setiap kelompok masyarakat secara filosofis memiliki pandangan hidup yang mungkin berbeda sesuai dengan nilai-nilai yang dianggapnya baik.
Filsafat sebagai sebuah sistem nilai menjadi dasar yang menentukan tujuan pendidikan. Hal ini mengandung arti bahwa pandangan hidup atau sistem nilai yang dianggap baik dan dijadikan pedoman bagi masyarakat akan tercermin dalam tujuan pendidikan yang harus dicapai, karena kurikulum pada hakikatnya berfungsi untuk mempersiapkan anggota masyarakat yang dapat mempertahankan, mengembangkan diri dan dapat hidup dalam sistem nilai masyarakatnya sendiri.